Tertangkap Kamera : Hairy-nosed Otter yang telah "Punah" di Hutan Borneo

Sebuah foto di Borneo dari hairy-nosed otter (sejenis berang-berang) yang pernah dianggap punah di malaysia, telah kembali menimbulkan harapan untuk menyelamatkan hewan tersebut



Foto otter tersebut diambil menggunakan kamera remote yg ditanam oleh para ilmuan di hutan lindung. Penemuan tersebut dapat menguatkan usaha para konservasionis untuk mencari perlindungan dari pemerintah yang lebih kuat untuk species yang terancam di hutan Borneo yang memiliki keragaman hayati.



Hairy-nosed otter mendapatkan namanya dari rambut yang terdapat pada belakang hidung hewan tersebut. Hewan ini memiliki warna bulu coklat, ekor yang pipih dan dagu yang berwarna putih. Populasinya menurun dikarenakan adanya perburuan untuk mendapatkan bulu dan daging, selain itu disebabkan juga karena hilangnya lahan basah untuk pembangunan.



Foto tersebut diambil di Sabah, Malaysia pada pertengahan 2008, akan tetapi para ilmuan membutuhkan waktu hampir dua tahun mempelajarinya sebelum memastikan bahwa hewan tersebut adalah hairy-nosed otter kata Laurentius Ambu, direktur Sabah Wildlife Department.



Para peneliti dari the wildlife department, Departemen Kehutanan Sabah dan the Germany-based Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research telah meninjau foto tersebut.



Hewan tersebut pernah diyakini telah punah di Malaysia dan beberapa terancam punah di tempat lain. Penampakan di vietnam dan Kamboja beberapa tahun lalu telah meningkatkan harapan akan hewan tersebut untuk bertahan hidup, Ambu berkata "Ini adalah penemuan bersejarah. Kita tahu bahwa spesies ini sangat langka, tapi kita tidak tahu seberapa langkanya", katanya.



Hewan tersebut terakhir ditemukan di Borneo pada tahun 1997, saat ditemukan sudah mati di jalanan di Kesultanan Brunei. Hewan ini belum pernah terlihat di Malaysia lebih dari 100 tahun, kata Ambu.



Sabah adalah rumah bagi banyak hewan terancam punah, termasuk gajah pigmi, badak sumatera dan orang utan.

Para aktivis lingkungan hidup berkata bahwa jumlah mereka telah menyusut dalam beberapa dekade terakhir dikarenakan adanya penebangan liar, dan perambahan hutan untuk industri dan pemukiman.



sumber : dailymail.co.uk



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ilmuwan Memperingatkan, Asteroid Besar Akan Menghantam Bumi Pada 2182

Ikan mas dengan kulit transparan