Para Ilmuwan Memperingatkan, Asteroid Besar Akan Menghantam Bumi Pada 2182

Sebuah asteroid besar akan menabrak Bumi pada tahun 2182, para ilmuwan telah memperingatkan.



Asteroid tersebut dinamakan 1999 RQ36, memiliki satu banding seribu kesempatan untuk benar-benar menghantam bumi di beberapa titik sebelum tahun 2200, namun kemungkinan besar menghantam bumi pada 24 September 2182.



Pertama kali ditemukan pada tahun 1999 dengan ukuran lebih dari 1.800 kaki. Jika ukuran asteroid menghantam Bumi ini akan mengakibatkan kerusakan dan kepunahan masal akan terjadi.



Dan para ilmuwan mengatakan bahwa setiap upaya untuk mencoba mengalihkan asteroid akan berlangsung lebih dari 100 tahun sebelum waktunya tiba agar memiliki kesempatan.



Kawah Chicxulub di semenanjung Yukatan di Meksiko.



Dampak besar asteroid mungkin telah bertanggung jawab atas kepunahan dinosaurus. Jika asteroid tersebut belum juga ditemukan hingga 2080, maka akan mustahil untuk mengalihkannya dari target, para ilmuwan mamperingatkan dalam sebuah surat kabar.




Meskipun peluang mungkin tampak besar, mereka jauh lebih kecil daripada asteroid Apophis, yang saat ini memiliki 1 banding 250,000 menghantam bumi di 2036.



Sebuah kompetisi dilaksanakan pada tahun 2008 oleh Planetary Society untuk membuat model pesawat angkasa untuk mendarat di Apophis untuk memantau pergerakannya.




Maria Eugenia Sansaturio dan para ilmuwan dari Universidad de Valladolid Spanyol menggunakan model matematika untuk menghitung resiko asteroid tersebut menghantam bumi suatu saat antara kini dan tahun 2200.
Dan mereka terkejut menemukan potensi kemungkinan asteroid tersebut menghantam bumi pada tahun 2182. “Kemungkinan hantaman dari asteroid ‘(191955) 1999 RQ36’ dapat diperkirakan 0,00092 –dengan perkiraan 1 berbanding 1.000-, akan tetapi yang lebih mengejutkan adalah bahwa lebih dari setengah kemungkinan (0,00054) sesuai dengan 2182,” kata Sansaturio.



Asteroid tersebut sekarang berada di balik matahari dan dapat dilakukan pengamatan hanya pada musim semi 2011.
Para ilmuwan telah memperkirakan dan memonitor potensi dari hantaman asteroid antara saat ini dengan tahun 2200 dengan menggunakan model perhitungan matematika yang berbeda. Antara sekarang dan 2060, kemungkinan bumi dihantam oleh 1999 RQ36 adalah minimum.



Tapi para peneliti menemukan bahwa kemungkinan meningkan empat kali lipat pada 2080 selama orbit asteroid tersebut dekat dengan orbit bumi. Peluang kemudian turun sebelum naik lagi di 2162 dan 2182.
Asteroid 1999 RQ36 adalah bagian dari PHA (Asteroid yg memiliki potensi untuk membahayakan bumi), yang mana kesemuanya memiliki kemungkinan bertabrakan dengan bumi karena orbitnya dan dapat menyebabkan kehancuran.



Meskipun orbit asteroid tersebut telah diketahui, lebih dari 290 observasi menggunakan teleskop dan penghitungan dengan 13 radar, terdapat ketidak pastian mengenai jalurnya, karena adanya efek yang disebut dengan Yarkovsky effect.




Efek ini pertama kali ditemukan pada tahun 2003 dinamakan oleh seorang insinyur Rusia, dihasilkan dengan cara asteroid menyerap energi dari matahari dan memancarkan kembali ke dalam ruang sebagai panas.
Penelitian ini, yang mana telah dipublikasikan di Icarus journal, memprediksi apa yang akan terjadi di beberapa tahun mendatang mempertimbangkan efek ini.



Gambar dari asteroid 1999 RQ36, asteroid yang memiliki peluang 1 / 1000 menghantam Bumi



Sansaturio mengatakan: “Konsekuensi dari kerumitan ini tidak hanya berdampak besar, tapi juga prosedur pembelokan yang nyata (penyimpangan jalur) hanya dapat dilakukan sebelum 2080, dan lebih mudah sebelum 2060.”




Dia menambahkan: “Jika objek tersebut telah ditemukan setelah 2080, penyimpangan akan membutuhkan teknologi yang saat ini belum tersedia, oleh karena itu, misalnya ini menunjukkan bahwa pemantauan dampak, yang aktual tidak mencakup lebih dari 80 atau 100 tahun, mungkin perlu mencakup lebih dari satu abad.



Dengan demikian, upaya untuk penyimpangan jenis objek tersebut dapat dilakukan dengan sumber daya yang moderat, dari segi teknologi dan segi keuangan.”
Hantaman yang disebabkan oleh asteroid yang dapat membentuk kawah Chicxulub di Meksiko dapat menyebabkan mega tsunami yang dapat mencapai ketinggian lebih dari ribuan kaki.



Dan itu dipercaya sebagai asteroid yang menyebabkan punahnya dinosaurus. Para ilmuwan di seluruh dunia telah lama membicarakan cara membelokkan asteroid yang berpotensi menghancurkan bumi, dan mencegahnya untuk menghantam bumi.




Salah satu metode yang terkenal adalah dengan menggunakan hulu ledak nuklir untuk membelokan orbit asteroid.
Bulan lalu, seorang fisikawan David Dearborn dari Lawrence Livermore National Laboratory AS, berpendapat senjata nuklir dapat menjadi strategi yang terbaik guna menghindari tabrakan, terutama untuk asteroid berukuran besar.



sumber: dailymail

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikan mas dengan kulit transparan

Tertangkap Kamera : Hairy-nosed Otter yang telah "Punah" di Hutan Borneo